Senin, 31 Oktober 2011

Apa sih kalsium itu?


Pertama kali saya mendengar istilah kalsium adalah dari iklan susu di TV saat masih kelas 5 SD.
Berbicara tentang kalsium, yang langsung terlintas di benak saya adalah tulang. Tapi, sebenarnya apa saja sih manfaat kalsium itu? dan berapa banyak yang kita butuhkan?
Mari kita lihat,, cekidot.. :D

Kalsium

Tubuh kita mengandung lebih banyak kalsium dibandingkan mineral lain. Diperkirakan 2% dari berat badan orang dewasa terdiri dari kalsium (Winarno 2002). Sebesar 99% dari jumlah tersebut berupa jaringan keras yaitu tulang dan gigi. Kalsium tulang berada dalam kondisi seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2.25-2.60 mmol/l atau 9-10.4 mg/100 ml (Almatsier 2002).

Kalsium berfungsi sebagai katalisator rekasi biologis seperti absorpsi vitamin B12, tindakan enzim pemecah lemak, lipase pankreas, ekskresi insulin oleh pankreas, dan, pembentukan asetilkolin. Asetilkolin adalah bahan yang diperlukan dalam memindahkan (transmisi) suatu rangsangan dari suatu serabut saraf ke serabut saraf lain (Almatsier 2002). Kalsium berperan dalam interaksi protein di dalam otot, yaitu aktin dan miosin saat otot berkontraksi. Bila kalsium darah kurang dari normal, otot tidak bisa mengendur sesudah kontraksi, sehingga tubuh akan kaku dan dapat mengalami kejang (Almatsier 2002).

Kalsium memiliki beberapa fungsi dalam tubuh, diantaranya adalah sebagai pembentuk tulang dan gigi, mengatur pembekuan darah, sebagai katalisator reaksi biologis, dan untuk kontraksi otot (Sherrington & Gaman 1992). Kalsium di tulang mempunyai dua fungsi yaitu sebagai bagian integral dari struktur tulang dan sebagai tempat menyimpan asupan kalsium darah. Fungsi mineral sebagai pengatur pembekuan darah yaitu pada saat terjadi luka, ion kalsium di dalam darah akan merangsang pembekuan fosfolipid tromboplastin dari platelet darah yang terluka. Tromboplastin ini mengkatalisis perubahan protrombin menjadi trombin yang kemudian membantu perubahan fibrinogen menjadi fibrin yang merupakan gumpalan darah (Almatsier 2002).

Metabolisme kalsium dimulai dari penyerapan kalsium di usus. Saat tubuh sangat membutuhkan kalsium dan berada pada kondisi optimal, 30-50% kalsium yang dikonsumsi dapat diabsorpsi tubuh. Pada masa pertumbuhan, penyerapan dapat mencapai 75% dari makanan berkalsium. Sebelum penyerapan, natrium, vitamin D, dan satu atau dua protein pengikat kalsium (Calbindin) harus tersedia (Guthrie dalam Mulia 2004). Ada dua jalur transportasi kalsium di sepanjang usus. Pertama cara aktif, mudah jenuh, dan dengan proses transeluler yang terjadi terutama pada duodenum dan proksimal jejunum. Kedua cara pasif, tidak mudah jenuh, jalur paraseluler yang terjadi di sepanjang usus halus (Allen & Wood dalam Mulia 2004). Kalsium yang telah diserap kemudian menjadi kalsium plasma atau disimpan di tulang. Kasium plasma dalam darah difiltrasi oleh ginjal dan kelebihan kalsium akan diekskresikan melalui urin (Kumar 1995).

Bioavailabilitas atau ketersediaan biologis adalah ukuran kuantitatif dari penggunaan nutrisi pada kondisi tertentu untuk menunjang struktur normal organnisme serta proses-proses fisiknya (Fox 1988 dalam Mulia 2004). Nutrisi bahan pangan harus dapat diserap terlebih dahulu agar dapat digunakan oleh tubuh. Penyerapan kalsium dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Pertama faktor pendukung, yaitu vitamin D dan protein. Kedua faktor penghambat, yaitu serat makanan dan zat organik. Adanya zat organik seperti asam oksalat dan asam fitat akan mengikat kalsium dan membentuk garam yang tidak larut (Winarno 2002).

Selain itu terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi penyerapan kalsium, yaitu fosfor (P), pH bahan pangan, asupan kalsium, dan aktivitas fisik. Sediaoetama (2002) menyebutkan bahwa absorpsi kalsium (Ca) yang baik membutuhkan perbandingan Ca:P dalam hidangan sebesar 1:1 sampai dengan 1:3. Rasio yang lebih dari itu akan menghambat penyerapan Ca, sehingga menimbulkan defisiensi Ca. Kebutuhan Ca berbeda pada setiap orang.

Kebutuhan kalsium dalam tubuh dipengaruhi oleh keseimbangan kalsium (Winarno 2002). Penyerapan kalsium meningkat saat asupan kalsium rendah. Semakin rendah persediaan kalsium dalam tubuh, maka semakin efisien absorpsi kalsium. Peningkatan kebutuhan terjadi pada masa pertumbuhan, kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium, dan aktivitas fisik yang meningkatkan densitas tulang (Almatsier 2002). Berikut ini adalah daftar kebutuhan Ca menurut AKG.

Tabel 1 Daftar kebutuhan kalsium menurut AKG

No.

Golongan Umur

Kebutuhan Ca (mg)/hari

1

1-9

500

2

10-15

700

16-19

600

3

Pria

20-45

500

45-59

800

≥60

500

Wanita

20-45

500

45-59

600

≥60

500

4

Hamil

+400

Menyusui

+400

Kelebihan kalsium akan disimpan di tulang atau dikeluarkan melalui urin, sedangkan kekurangan kalsium dapat menyebabkan rickets pada anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa (Sherrington & Gaman 1992). Pada osteomalasia, tulang menjadi lunak karena matriks kekurangan kalsium. Selain itu, keseimbangan kalsium yang negatif akan menyebabkan osteoporosis atau masa tulang yang menurun (Winarno 2002).


DAFTAR PUSTAKA

Allen LH, JR Wood. 1994. Calcium and phosporus. Di dalam: Shils EM, Olson JA, Shike M, editor. Modern Nutrition in Health and Disesase. Ed ke-8. USA: Lea & Febringer.

Almatsier S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Fox MRS. 1988. Nutrient Interactions. New York; Marcel Dekker Inc.

Guthrie HA. 1975. Introductory Nutrition. USA: Mosby Company.

Kumar R. 2005. Calcium transport in ephitelial cells of the intestinal and kidney. J Cell Biochem 57: 392-398.

Mulia. 2004. Kajian potensi limbah tulang ikan patin (Pangasius sp) sebagai alternatif sumber kalsium dalam produk mi kering [skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Sherrington KB, Gaman PM. 1992. Ilmu Pangan, Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi. Ed ke-2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Winarno FG. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.