
Gula pasir, gula batu, dan gula merah adalah merupakan jenis gula yang sering dikonsumsi oleh banyak orang. Walaupun sama-sama manis, tetapi ketiga jenis gula tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda untuk kesehatan tubuh dan organ pankreas kita. Dalam konsep GI (Glicemic Index), yang menjadi titik berat dalam pemilihan pangan terutama bagi penderita diabetes adalah seberapa besar kemampuan pangan tersebut dalam menaikkan kadar gula darah. Hal ini hanya melibatkan penyerapan karbohidrat yang terkandung dalam pangan. Namun, kali ini kita akan menelusuri lebih jauh.
Apa itu indeks lelah pankreas???
Indeks lelah merupakan bilangan yang menunjukkan seberapa keras kerja pankreas dalam mengubah gula darah menjadi energi. Karbohidrat dalam makanan yang kita makan, kemudian akan diserap oleh tubuh menjadi gula darah. Selanjutnya, gula darah diubah menjadi energi dengan bantuan insulin. Organ yang berperan dalam hal ini adalah pankreas. Pankras dan tubuh akan merasa lelah jika Indeks Lelahnya bernilai ≥ 3. Nah, bagaimanakah efek beberapa jenis gula terhadap Indeks Lelah Pankreas atau tubuh?
A. Gula Pasir
Gula pasir merupakan makanan yang paling sering digunakan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Tetapi ternyata gula pasir mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan pankreas dan tubuh. Gula pasir merupakan karbohidrat sederhana yang sulit dicerna dan diubah menjadi energi. Untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah, tubuh hanya memerlukan waktu 3 menit. Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan waktu kira-kira 140 menit. Selain itu, Indeks Lelah pankreas mencapai nilai +5, sehingga mengolah gula pasir menjadi energi merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan bagi pankreas.
Pankreas yang normal hanya mampu mengubah 1/2 sendok makan gula pasir menjadi energi setiap hari. Berat 1/2 sendok makan gula pasir kira-kira 5 gram. Bila kita mengkonsumsi lebih dari 1/2 sendok gula, maka sisanya akan menjadi gula darah dan lemak tubuh. Akibatnya adalah orang menjadi bertambah gemuk, dan lama-kelamaan akan menderita diabetes. Dengan demikian, gula pasir merupakan makanan yang tidak sehat.
B. Gula Merah
Gula merah juga mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula merah menjadi gula darah di dalam tubuh, dibutuhkan waktu yang relatif sama, yaitu 3 menit. Selanjutnya, untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu yang singkat, yaitu 3 menit juga.
C. Gula Batu
Awalnya saya bertanya-tanya, mengapa kebanyakan tetangga saya yang terkena diabetes disarankan oleh dokter untuk mengganti gula mereka dengan gula batu. Ternyata, berikut ini adalah sedikit penjelasannya…
Bagi pankreas dan tubuh, gula batu mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula batu menjadi gula darah, membutuhkan waktu yang sama, yaitu 3 menit. Untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu 3 menit.
Indeks Lelah pankreas juga jauh lebih rendah, yaitu +0,0005. Ini berarti lebih rendah 10.000 x dari gula pasir. Pankreas hampir tidak merasa lelah mengkonversi gula batu menjadi energi. Ini berarti gula batu masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula batu merupakan makanan yang jauh lebih sehat dari gula pasir. Pankreas yang normal mampu mengkonversi 6 sendok makan gula batu menjadi energi setiap hari atau kira-kira 60 gram.Sekian, semoga bermanfaat... ^^
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar